Persebaya Versi Wisnu Sudah Launching

Tim ini sebagian besar bermaterikan mantan pemain Persikubar Kutai Barat.
Sempat tertunda, Persebaya versi Wisnu akhirnya diluncurkan. Launching dilakukan di Gedung  Balai Pemuda Surabaya, Jum'at (21/10). Dikemas secara sederhana, launching ini berisikan perkenalan 33 pemain pada  media dan beberapa Bonekmania.

Persebaya tandingan ini  kental dengan aroma Persikubar Kutai Barat.  Pasalnya, hampir setengah punggawa Persebaya merupakan pemain yang musim lalu berkostum tim dari Kalimantan Timur tersebut. Ini tak mengherankan, karena penanggung jawab Persikubar, Vigit Waluyo, kali ini juga didapuk menjadi ‘arsitek’ di belakang Persebaya Wisnu.

Para pemain eks Perskubar di antaranya Aris Noviandi, Rifai Arsyad, Fendi Taris, Sulkan Arif, Redi Suprianto, Rustanto Sri Wahono, Agusmanto, Imam Yuliyanto, Taufik Soleh, dan Khodari Amir. Di tengah terdapat dua pemain, yakni La Umbu dan pemain gaek, Kuncoro. Nama terakhir justru menyandang ban kapten di tim Persikubar saat tampil di Liga Jatim 2010.

Sedangkan di sektor depan juga ada dua nama, yakni Sarwani Agustian dan Cornelis Kaimu. Selain pemain lokal, dua pemain asing Persikubar juga dibajak, yakni Orock Charles dan Camara Fassawa. Tak cukup pemain, posisi pelatih juga diisi Suwandi HS, arsitek Persikubar musim lalu.

"Kita tak punya cukup waktu untuk menyiapkan tim. Makanya, ambil tim jadi," kilah Wisnu terkait dengan banyaknya pemain Persikubar tersebut.

Meski begitu, pria kelahiran Malang ini cukup optimistis Persebaya bakal mampu bersaing di Divisi Utama. Malah, dengan tegas ketua DPRD Surabaya ini mematok target lolos ke Superliga.

"Kita wajib ain lolos ke Superliga. Kalau bentuk tim hanya untuk show force, ya percuma. Tim ini akan kembali ke Superliga," kata Wisnu.

Munculnya Persebaya versi Wisnu ini sebagai imbas dari dualisme kepemimpinan di PSSI Surabaya antara Saleh Ismail Mukadar dan Wisnu Wardhana. Persebaya versi Saleh tegas mengusung reformasi di tubuh PSSI dengan memilih ambil bagian di Liga  Primer Indonesia (LPI). Sedang Wisnu memastikan Persebaya tampil di Divisi Utama. Langkah ini dilakukan setelah Wisnu bertemu dengan Nurdin Halid di Jakarta. (gk-31)