Kuota Pemain Asing Tiga Plus Satu Asia Kembali Diterapkan

Menengok persaingan di kancah Asia, kompetisi Indonesia akan kembali menggunakan empat pemain asing.

GOAL OLEH    FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter

Indonesia Soccer Championship 2016 menjanjikan sejumlah terobosan dalam segi regulasi. Beberapa regulasi anyar tersebut tak lepas dari pertimbangan Gelora Trisula Semesta yang ingin kembali membangun spirit kompetisi dalam negeri.

Salah satu perubahan yang bakal terjadi adalah batas penggunaan pemain asing untuk tiap klub ISC A. Tiap klub kini diperbolehkan menggunakan empat pemain asing, dengan rincian satu berasal dari regional Asia.

"Pemain asing tiga plus satu, dengan asumsi kita harus melihat ke masa depan. Persaingan kita harus dilihat di level regional Asia sekurang-kurangnya, regulasi ini tidak boleh diabaikan di saat kondisi kita belum normal," ungkap Joko Driyono selaku direktur utama GTS.

Kuota pemain asing tiga plus satu dari Asia memang diterapkan pada kompetisi Indonesia Super League 2013. Jumlah tersebut juga yang diperbolehkan pada kompetisi Piala AFC dan Liga Champions Asia.

"Kita harus punya optimisme ini semua untuk menyongsong persaingan global," tambah pria yang pernah menjabat sebagai sekjend PSSI itu.


SIMAK JUGA

Indonesia Soccer Championship: Nama Baru, Spirit Baru

Tunggak Gaji Pemain, Klub Bakal Dihukum

Persija Jakarta Sudah Sodorkan Kontrak Untuk 19 Pemain


Persija Jakarta jadi salah satu klub yang siap memaksimalkan kuota pemain asing tersebut. Sebagaimana presiden klub, Ferry Paulus menyambut positif gagasan itu. "Tiga plus satu pasti kita maksimalkan," katanya.

Selain regulasi di atas, terobosan baru yang coba diterapkan untuk ISC A adalah minimal nilai skuat akumulatif sebesar Rp5 miliar dan maksimal Rp10 miliar, plus penerapan  marquee player  jika anggaran skuat telah melebihi angka maksimal.

Hal itu tak lepas untuk menjaga nilai kompetitif dari ISC A. "Saya rasa banyak regulasi baru yang bagus, artinya persaingan secara kompetitif lebih dijaga pada kompetisi ini," ungkap Suwanto, direktur operasional Mitra Kukar.