EKSKLUSIF - Safiq Rahim: Indonesia Batu Loncatan Menuju Asia

Bagikan
0
Donny Afroni
Di usia yang masih muda, 24 tahun, Safiq Rahim telah menjadi gelandang kunci bagi timnas Malaysia sekaligus kapten tim juara AFF Suzuki Cup tahun lalu itu. Permainannya sederhana. Jarang terlihat Safiq berlama-lama menguasai bola karena tugasnya menjembatani lini belakang dengan lini depan secepat mungkin.

Kemampuan itu dipadankan pula dengan kelihaian mengeksekusi tendangan bebas. Terkini, gawang Liverpool dibobolnya melalui tendangan melengkung pada pertandingan eksebisi pekan lalu. Selepas pertandingan, penampilan Safiq dipuji pelatih tim inti Liverpool, Steve Clarke.

Wajar jika sejumlah klub Superliga Indonesia (ISL) tertarik merekrut Safiq, seperti yang diakui Hardimen Koto dari agensi Soccerindo yang sudah menerima kontak dari Persib Bandung dan Persija Jakarta menanyakan kemungkinan merekrut pemain Selangor FC itu.

Di sela-sela meliput tur pramusim tiga tim Liga Primer Inggris ke Malaysia selama beberapa hari ini, GOAL.com Indonesia menyempatkan diri menemui Safiq untuk berbincang tentang karier, timnas Malaysia, serta kemampuannya mengeksekusi tendangan bebas.

GOAL.com:
Bagaimana penilaian Anda tentang penampilan Malaysia pada dua laga eksebisi melawan Arsenal dan Liverpool lalu?

Safiq: Ini merupakan suatu pengalaman berharga bagi timnas Malaysia. Banyak pengalaman yang bisa kami petik dari Arsenal dan Liverpool. Awalnya memang kami merasa gugup, tetapi saat melawan Liverpool kami tampil dengan semangat yang kembali baru meskipun masih ada kekurangan di sektor belakang. Saya kira secara keseluruhan kami belajar banyak sebelum menghadapi kualfikasi Piala Dunia melawan Singapura.

GOAL.com: Dari dua pertandingan kemarin apa kelemahan yang paling mencolok?

Safiq:
Saya kira yang paling utama adalah pengalaman karena Arsenal dan Liverpool merupakan tim berkelas dunia. Banyak perbedaan antara kami dan mereka, tapi kami dapat belajar banyak bahwa dengan melakukan kesalahan yang kecil justru dapat berakibat fatal bagi tim.

GOAL.com:
Bagaimana peluang menghadapi Singapura nanti?

Safiq: Sebelum pertandingan ini, kami sudah beberapa kali berhadapan dengan Singapura. Saya kira kami dapat mengalahkan Singapura dan saya rasa kami mampu meraih hasil yang positif.

GOAL.com: Kembali lagi soal AFF Suzuki Cup tahun lalu, Malaysia dikalahkan Indonesia 5-1 di laga awal tapi pada akhirnya mampu menjadi juara. Apa kunci utama keberhasilan Malaysia?

Safiq: Kekalahan pada pertandingan pertama itu justru menjadi suntikan semangat bagi kami untuk meningkatkan penampilan. Kami jadi terpacu untuk menutupi kesalahan dengan skor telak seperti itu. Kami bertekad ingin menutupinya dengan sesuatu yang tidak diduga orang-orang. Alhamdulillah, kami bisa mampu lolos ke final dan menjadi juara AFF Suzuki Cup.

GOAL.com: Bagaimana perasaan Anda saat menjadi juara ketika itu?

Safiq: Saya merasa bangga dan bahagia. Kami dapat menjadi juara meski awalnya publik meragukan peluang kami menjuarai AFF Suzuki Cup. Pastinya, kami bisa membanggakannya karena orang tidak menyangka kami mampu menjadi juara.

GOAL.com: Pada saat turnamen apakah ada momen tertentu ketika tim Malaysia merasa yakin mampu menjadi juara?

Safiq: Setelah lolos ke semi-final dan kami menang 3-0 pada laga pertama final melawan Indonesia. Pada saat kami menang dengan keunggulan tiga gol di kandang sendiri kami percaya mampu mempertahankannya serta menjadi juara di Jakarta.

GOAL.com:
Apakah faktor pembinaan pemain muda turut menjadi faktor kesuksesan Malaysia?

Safiq: Kami memiliki banyak pemain muda dan dikombinasikan dengan sejumlah pemain berpengalaman, tapi sekarang masih merupakan proses pembelajaran sampai menuju tahap yang matang untuk maju pesat.

GOAL.com: Apakah Anda tidak merasa sukses itu datang terlalu cepat untuk tim semuda Malaysia?

Safiq: Bagi saya semua masih dalam proses pembelajaran. Mudah bagi sebuah tim untuk naik merebut sesuatu, tapi susah mempertahankannya. Kami masih belajar untuk mempertahankan pencapaian yang kami dapat. Meski kami berhasil juara, tapi kami belajar untuk mempertahankan sukses tersebut.

GOAL.com: Bisa dibilang masa depan Malaysia cerah?

Safiq: Ya, mungkin bisa dibilang kami memperoleh beragam pengalaman. Kita kalah di awal tapi kemudian memperoleh sukses dengan kritik-kritik yang disampaikan publik serta tidak ada harapan dari penggemar. Tapi alhamdulillah, pengalaman seperti itulah yang mengajarkan kami untuk berprestasi lebih baik lagi.

GOAL.com: Apakah ada yang berubah dalam tim Malaysia dari sebelum hingga sesudah AFF Suzuki Cup?

Safiq: Tidak ada yang berubah, hanya gelar juara yang berubah. Tapi kami semua tidak berubah, kami masih ingin terus belajar. Kami ingin memperbaiki peringkat setinggi-tingginya, tidak hanya di taraf Asia Tenggara, tetapi juga Asia.

GOAL.com: Setelah turnamen itu kabarnya ada pendekatan klub Indonesia untuk merekrut Anda...

Safiq: Mungkin ada selentingan, tapi tidak ada perbincangan yang serius. Saya tidak mendapat panggilan. Tapi terus terang saya tertarik bermain di liga Indonesia. Pertama, karena itu merupakan pengalaman yang baru bagi saya sebagai pemain. Kalau ada peluang, apa salahnya saya coba? Tapi saya lihat perkembangannya dahulu.

GOAL.com: Benar Anda sekarang didekati Persib Bandung dan Persija Jakarta?

Safiq: Ya, mereka salah satu yang berminat...

GOAL.com: Apa yang Anda tahu soal kedua tim itu?

Safiq: Persib diperkuat Cristian Gonzales, pemain depan utama timnas Indonesia. Persija diperkuat Bambang Pamungkas. Lebih kurang saya tahu sedikit-sedikit...

GOAL.com: Apa cerita Safee Sali tentang liga Indonesia?

Safiq: Safee memang banyak cerita soal ISL dan dia banyak memberikan cerita yang positf. Kalau kami diberikan peluang, insya Allah kami akan coba.

GOAL.com: Apa jelasnya yang diceritakan Safee kepada Anda?

Safiq: Safee bilang liga Indonesia menghibur dan memiliki banyak penonton. Sebagai pemain dia merasa cukup puas bermain di ISL dan kepuasan itu penting bagi pemain sepakbola.

GOAL.com: Apa Anda hanya tertarik bergabung dengan salah satu dari Persib atau Persija?

Safiq:
Belum tahu. Semuanya masih perlu diperbincangkan dengan serius. Klub mana pun boleh.

GOAL.com: Ketika melawan Liverpool Anda mencetak gol melalui tendangan bebas yang indah. Bagaimana Anda mengasah kemampuan tendangan bebas?

Safiq: Saya terus mencoba. Sebagai pemain saya tidak bosan untuk mencoba. Coba, coba, coba. Setelah saya mencetak gol ke gawang Cina Taipei [pada pertandingan laga pertama babak kedua kualifikasi Piala Dunia], saya memiliki keyakinan untuk terus mencoba. Tidak ada salahnya kita mencoba meskipun kita gagal mencetak gol.

GOAL.com: Dengan gol tersebut sekarang otomatis Anda menjadi spesialis tendangan bebas untuk timnas Malaysia?

Safiq: Oh, masih banyak lagi pemain lain. Semua boleh mengambil bola-bola mati, termasuk saya sendiri. Siapapun yang tahu ke mana akan menendang bola boleh mengambil bola-bola mati.

GOAL.com: Apakah ada yang menginspirasi Anda untuk menjadi algojo tendangan bebas?

Safiq: Seperti gelandang Barcelona, Xavi Hernandez. Tapi banyak pemain luar negeri lain yang pandai mengambil tendangan bebas. Meskipun tidak menjadi gol, tetapi kita selalu harus mencoba mengambil setiap tendangan bola mati.

GOAL.com: Menurut Anda siapa penendang tendangan bebas terbaik sekarang ini?

Safiq: Banyak. Cristiano Ronaldo. Kemudian Xavi... Banyak lagi. Xabi Alonso...

GOAL.com: Setelah pertandingan melawan Liverpool Anda bilang Anda fans Manchester United, itu benar?

Safiq: AC Milan... [tertawa] Memang untuk Liga Primer Inggris, saya mendukung Manchester United. Meskipun demikian, kalau United datang menghadapi timnas Malaysia saya akan tetap bermain serius. Saya akan memberikan 100 persen kemampuan untuk Malaysia.

GOAL.com: Lalu apakah nanti jika bermain di Indonesia Anda optimistis bisa berkembang?

Safiq: Kalau diberi kesempatan, apa salahnya? Saya ingin coba pengalaman baru.

GOAL.com: Menteri Olahraga Malaysia Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek pernah menyarankan agar pemain Malaysia sebaiknya berkarier di Jepang atau Eropa jika harus pindah ke luar negeri. Bagaimana pendapat Anda?

Safiq: Sebenarnya mungkin untuk langsung ke sana akan sangat sulit. Kalaupun bisa mungkin menjadi semacam bonus bagi pemain itu. Untuk ke Eropa itu mungkin masih perlu beberapa jenjang, setelah Asia dan Asia Tenggara. Sebagai pemain kita harus lebih dulu meningkatkan kemampuan serta pengalaman, barulah kita bisa memikirkan bermain di kompetisi Asia, seperti Jepang atau Korea Selatan. Setelah itu barulah memikirkan Eropa. Dengan bermain di Indonesia bisa menjadi batu loncatan untuk berkiprah di Asia.

GOAL.com: Anda sendiri ingin bermain di kompetisi Asia yang mana?

Safiq: Jepang, Korea Selatan, atau Australia. Tiga liga itu.

GOAL.com: Jadi target Anda paling dekat adalah bermain di luar Malaysia?

Safiq: Ya. Apalagi saya masih muda, 24 tahun. Tidak salah kalau saya coba sebab karier sepakbola itu berusia pendek. Jadi harus kita gunakan sebaik mungkin.

GOAL.com: Dengan usia 24 tahun Anda sudah menjadi kapten timnas Malaysia, apakah ini menjadi semacam beban?

Safiq: Tidak, tidak ada beban. Apa yang saya dapat sekarang ini akan saya coba pertahankan sampai saya pensiun.

GOAL.com: Setelah Safee Sali, kemudian mungkin Anda menyusul, siapa lagi pemain Malaysia yang layak bermain di Indonesia?

Safiq: Semua layak bermain di luar Malaysia. Tidak harus di Indonesia, bisa ke Vietnam dan Thailand. Kalau ada peluang saya ingin semuanya bisa bermain di luar negeri, termasuk Indonesia.

GOAL.com: Di kawasan ASEAN, liga mana yang menurut Anda terbaik?

Safiq: Banyak, seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Bisa dilihat kalau liga mereka tidak berjalan dengan baik mana mungkin mereka bisa menjadi raksasa Asia Tenggara.

GOAL.com: Apakah Anda setuju dengan izin dua pemain asing di liga Malaysia?

Safiq: Kalau dua pemain itu merupakan pemain berkualitas bagus, tidak masalah. Saya harap setiap klub mencari pemain asing yang bagus sehingga tim juga bisa belajar dari pengalaman mereka. Idealnya? Dua atau tiga. Setidaknya untuk di sektor pertahanan, tengah, hingga depan. Tiga saja cukup. Mungkin dengan itu bisa memancing lahirnya pemain-pemain lokal yang berkualitas.


>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Superliga Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen ISL


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!
0

Artikel Selanjutnya

Berita Terkait