GOAL.com - Beranda

EKSKLUSIF - Safiq Rahim: Indonesia Batu Loncatan Menuju Asia

Kapten timnas Malaysia Safiq Rahim menyatakan bermain di Indonesia dapat menjadi batu loncatan menuju kompetisi top Asia.

Wawancara oleh Agung Harsya & Donny Afroni

20 Jul 2011 10:10:00

Safiq Rahim - Malaysia (GOAL.com/Donny Afroni) Di usia yang masih muda, 24 tahun, Safiq Rahim telah menjadi gelandang kunci bagi timnas Malaysia sekaligus kapten tim juara AFF Suzuki Cup tahun lalu itu. Permainannya sederhana. Jarang terlihat Safiq berlama-lama menguasai bola karena tugasnya menjembatani lini belakang dengan lini depan secepat mungkin.

Kemampuan itu dipadankan pula dengan kelihaian mengeksekusi tendangan bebas. Terkini, gawang Liverpool dibobolnya melalui tendangan melengkung pada pertandingan eksebisi pekan lalu. Selepas pertandingan, penampilan Safiq dipuji pelatih tim inti Liverpool, Steve Clarke.

Wajar jika sejumlah klub Superliga Indonesia (ISL) tertarik merekrut Safiq, seperti yang diakui Hardimen Koto dari agensi Soccerindo yang sudah menerima kontak dari Persib Bandung dan Persija Jakarta menanyakan kemungkinan merekrut pemain Selangor FC itu.

Di sela-sela meliput tur pramusim tiga tim Liga Primer Inggris ke Malaysia selama beberapa hari ini, GOAL.com Indonesia menyempatkan diri menemui Safiq untuk berbincang tentang karier, timnas Malaysia, serta kemampuannya mengeksekusi tendangan bebas.

GOAL.com:
Bagaimana penilaian Anda tentang penampilan Malaysia pada dua laga eksebisi melawan Arsenal dan Liverpool lalu?

Safiq: Ini merupakan suatu pengalaman berharga bagi timnas Malaysia. Banyak pengalaman yang bisa kami petik dari Arsenal dan Liverpool. Awalnya memang kami merasa gugup, tetapi saat melawan Liverpool kami tampil dengan semangat yang kembali baru meskipun masih ada kekurangan di sektor belakang. Saya kira secara keseluruhan kami belajar banyak sebelum menghadapi kualfikasi Piala Dunia melawan Singapura.

GOAL.com: Dari dua pertandingan kemarin apa kelemahan yang paling mencolok?

Safiq:
Saya kira yang paling utama adalah pengalaman karena Arsenal dan Liverpool merupakan tim berkelas dunia. Banyak perbedaan antara kami dan mereka, tapi kami dapat belajar banyak bahwa dengan melakukan kesalahan yang kecil justru dapat berakibat fatal bagi tim.

GOAL.com:
Bagaimana peluang menghadapi Singapura nanti?

Safiq: Sebelum pertandingan ini, kami sudah beberapa kali berhadapan dengan Singapura. Saya kira kami dapat mengalahkan Singapura dan saya rasa kami mampu meraih hasil yang positif.

GOAL.com: Kembali lagi soal AFF Suzuki Cup tahun lalu, Malaysia dikalahkan Indonesia 5-1 di laga awal tapi pada akhirnya mampu menjadi juara. Apa kunci utama keberhasilan Malaysia?

Safiq: Kekalahan pada pertandingan pertama itu justru menjadi suntikan semangat bagi kami untuk meningkatkan penampilan. Kami jadi terpacu untuk menutupi kesalahan dengan skor telak seperti itu. Kami bertekad ingin menutupinya dengan sesuatu yang tidak diduga orang-orang. Alhamdulillah, kami bisa mampu lolos ke final dan menjadi juara AFF Suzuki Cup.